Selamat Malam, Koevolusi.

Langit senja perlahan turun sampai pada akhirnya batas dengan buminya hilang. Lampu – lampu kota bermunculan, menggantikan bintang yang muncul seadanya. Bulan muncul malu-malu. Indah bukan ? Hanya aku dan kopiku, juga dirimu..dalam fikirku. Mencintaimu dalam setiap hembusan nafas. Menghayatimu dalam setiap gerakku. Engkau tiada pasti, namun aku masih disini, mencintaimu. Entah kenapa.

Jendelaku adalah carik-carik kertas berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti. Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam. Laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu, dan kamu lagi.

Engkaukah itu?

wahai intuisi yang bersembunyi dibalik nadir,
Seperti kabut tipis yang menyelimuti pesona lembah Mandalawangi.

Engkaukah itu?
wahai intelegensi yang hadir turun ke bumi bersama embun pagi.

Engkaukah itu?
wahai cahaya yang bergelora, menghantarkan kasih bagai mahligai.

Engkaukah itu?
wahai simfoni yang berkumandang halus di semesta dan menggetarkan palung-palung terdalam di lautan.

Engkaukah itu?
Yang kini membaca catatanku, dengan senyum seindah pagi ataukah diam tidak mengerti.

Sampai berjumpa dalam Omni.

S.N

Advertisements
Selamat Malam, Koevolusi.

2 thoughts on “Selamat Malam, Koevolusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s